Descendants Of The Sun

Kamis, 30 April 2015

TUGAS 6

  1. Perdagangan antar Negara adalah perdagangan yang dilakukan oleh sejumlah orang, baik individu maupun kelompok, dan kebanyakan dilakukan oleh para pedagang disatu Negara dengan Negara lain. Perdagangan antar Negara dikenal dengan istilah Eksportir & Importir. Perdagangan antar Negara menjadi salah satu sumber kekayaan untuk Negara tersebut, karena mereka saling memenuhi sekaligus melengkapi kebutuhan Negara satu sama lain.
  2. Beberapa hambatan yang terjadi dalam Perdagangan antar Negara :
    1. Hambatan Tarif 
      Suatu nilai tertentu yang dibebankan kepada suatu komoditi luar negeri tertentu yang akan memasuki suatu Negara (komoditi import). Tarif sendiri ditentukan dengan jumlah yang berbeda untuk masing-masing komoditi import. Secara garis besar bentuk penetapan tarif dibagi menjadi dua jenis, yakni :
      • Tarif Ad-Volarem
        Tarif yang besar kecilnya ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari nilai komoditi yang di import.
      • Tarif Spesifik 
        Tarif yang besar kecilnya didasarkan pada nilai yang tetap untuk setiap jumlah komoditi import tertentu.
    2. Contoh : 
      Hambatan berupa pengenaan tarif bea masuk yang diterapkan oleh Uni Eropa merupakan salah satu usaha yang dilakukan Uni Eropa untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan produk impor.
    3. Hambatan Quota 
      Tindakan pemerintah suatu Negara dengan menentukan batas maksimal suatu komoditi import yang boleh masuk ke Negara tersebut.
    4. Contoh : 
      Quota impor daging tahun 2013 sebanyak 80.000 ton, maka impor selama setahun tidak boleh melebihi batas tersebut. Setelah kuota impor sapi itu diputuskan oleh pemerintah, selanjutnya kuota itu dibagikan kepada beberapa importir yang telah mendaftar.
    5. Hambatan Dumping 
      Tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah diluar negeri dibanding harga didalam negeri untuk produk yang sama.
    6. Contoh : 
      Mobil Jepang di Singapura di jual dengan harga 1 juta yen, sementara di Jepang di jual dengan harga 1,4 juta yen.
    7. Hambatan Embargo 
      Larangan perdagangan dengan Negara lain. Pembatasan ini dapat diekspor dan atau import, dan dapat menjadi larangan total perdagangan atau terbatas pada produk tertentu. 
    8. Contoh : 
      Krisis minyak pada tahun 1973 yang mempengaruhi Amerika Serikat dihasilkan dari OPEC embargo atas penjualan minyak ke AS pada pembalasan untuk menyediakan bantuan militer kepada Israel. Embargo cenderung menyakiti industri dalam negeri dipengaruhi oleh kebijakan dan untuk mengundang pembalasan.
  3. Pemerintah menerapkan hambatan untuk perdagangan di Indonesia karena untuk meminimalisirkan pembelian barang dari luar negeri, selain itu Indonesia masih termasuk kedalam Negara berkembang, sehingga hasil produksi yang dihasilkan belum dapat bersaing dengan produk luar yang dihasilkan oleh Negara lain. Dengan adanya hambatan perdagangan dapat melindungi industri dalam negeri dan tenaga kerja lokal serta memperbaiki kesejahteraan Nasional.






Referensi :
http://id.wikipedia.org http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perdagangan_Internasional_9.2_%28BAB_7%29#4._Hambatan_P_Perdagangan_erdagangan_Internasional

Senin, 20 April 2015

TUGAS 5

  1. a. Dalam ekonomi mikro terdapat tiga pelaku ekonomi, yakni :
    • Pemilik Faktor Produksi.
      Sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.
    • Konsumen.
      - Menyediakan faktor-faktor produksi bagi produsen.
      - Sebagai penerima imbalan jasa dari penggunaaan faktor-faktor produksi.
      - Konsumen sebagai pemakai, mengurangi dan menghabiskan barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidup. Dalam hal ini konsumen berperan sebagai pemakai barang-barang produksi.
      - Sebagai penyalur barang dan jasa. Dalam hal ini konsumen berperan sebagai distributor.
      - Membayar pajak kepada pemerintah atau negara.
    • Produsen.
      - Penghasil barang dan jasa.
      - Konsumen jasa-jasa produkstif dari konsumen, berupa tenaga kerja, usaha, tanah untuk modal dan tenaga ahli sebagai pemimpin perusahaan.
      - Membayar jasa-jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi kepada konsumen berupa pembayaran upah dan sewa.
      - Mengelola faktor-faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi barang dan jasa.
      - Agen pembangunan. Setiap perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bagi pemilik modal tetapi bertanggung jawab atas kesejahteraan karyawan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
      - Menerima pendapatan atas penjualan barang dan jasa yang telah diproduksi.
      - Membayar pajak kepada negara. Seperti konsumen, pajak juga dibebankan sebagian kepada produsen sebagai kompensasi kepada Negara.
    b.
    Seperti yang terdapat pada gambar, ilmu ekonomi makro terdapat empat pelaku ekonomi, yakni :
    • Sektor Rumah Tangga.
      Sektor Rumah Tangga (Households Sector), yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogen dan identik. Sektor rumah tangga memiliki faktor - faktor produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi barang dan jasa. Untuk faktor produksi yang diberikan perusahaan memberikan gaji untuk kesediaan bekerja, pendapatan bunga untuk kesediaan meminjamkan uang, pendapatan sewa untuk kesediaan memberikan barang modal, dan pembagian keuntungan (deviden) untuk kesediaan menanggung resiko, tergambar pada garis 1 yang merupakan aliran pendapatan bagi sektor rumah tangga yang berasal dari sektor perusahaan.
    • Sektor Perusahaan.
      Sektor Perusahaan (Firms Sector), yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. Pengeluaran sektor rumah tangga, tergambar pada garis 4 yang merupakan aliran pendapatan sektor perusahaan. Selain dari sektor rumah tangga, perusahaan memperoleh pendapatan dari sektor pemerintah, tergambar pada garis 5 yang merupakan konsumsi pemerintah, dan dari permintaan sektor luar negeri yang merupakan ekspor sektor perusahaan, tergambar pada garis 7. Selain melakukan pembayaran untuk sektor rumah tangga, tergambar pada garis 1, perusahaan juga membayar pajak kepada pemerintah, tergambar pada garis 6.
    • Sektor Pemerintah.
      Sektor Pemerintah (Government Sector), yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat dan perusahaan. Fungsi utama pemerintah adalah menyediakan barang publik (public goods provision). Untuk menjalankan fungsinya, pemerintah melakukan pengeluaran berupa pembelian barang dan jasa dari sektor perusahaan, tergambar pada garis 5 dan pengeluaran - pengeluaran untuk sektor rumah tangga, tergambar pada garis 2. Karena barang publik tidak dapat disediakan sepenuhnya lewat mekanisme pasar, pemerintah harus menarik pajak dari sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, tergambar pada garis 3 dan 6.
    • Sektor Luar Negeri.
      Sektor Luar Negeri (Foreign Sector), yaitu sektor perekonomian dunia, dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor - impor. Sektor rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah merupakan perekonomian domestik. Perekonomian dikatakan tertutup (closed economy), jika tidak melakukan interaksi dengan sektor luar negeri. Interaksi dengan sektor luar negeri dalam perekonomian terbuka (open economy) disederhanakan dengan mekanisme ekspor dan impor, tergambar pada garis 7 dan 8. Ekspor merupakan aliran pendapatan dari sektor luar negeri ke perekonomian domestik. Sedangkan impor merupakan aliran pengeluaran dari perekonomian domestik ke sektor luar negeri.

  2. Sistem Perekonomia Indonesia.
    Terdapat beberapa jenis Sistem Ekonomi. Salah satunya adalah Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy). Sistem Ekonomi Campuran adalah gabungan dari Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis, dua sistem ekonomi ini adalah dua sistem yang saling bertentangan. Kedua sistem tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Sistem Ekonomi Kapitalis yang mendorong setiap individu berusaha dengan giat, dapat menyebabkan kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin semakin melebar. Sebaliknya, Sistem Ekonomi Sosialis yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, dapat menyebabkan individu tidak produktif karena bekerja keras atau tidak akan tetap memperoleh hasil yang sama. Indonesia ialah salah satu contoh negara yang menganut Sistem Ekonomi Campuran yang dikenal dengan Sistem Ekonomi Pancasila atau Demokrasi Ekonomi.
    Sesuai dengan ciri Sistem Ekonomi Campuran, Sistem Ekonomi Pancasila mengambil beberapa kelebihan serta berusaha mengurangi kelemahan dari Sitem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis. Negara menguasai dan mengatur aset atau faktor produksi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, namun sektor swasta juga diberi kesempatan berusaha dibidang lain yang tidak dikuasai pemerintah. Dasar Sitem Ekonomi Pancasila adalah UUD 1945 pasal 33 yang memuat ayat - ayat sebagai berikut :
    • Ayat 1
      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
    • Ayat 2
      Cabang - cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
    • Ayat 3
      Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar - besar kemakmuran rakyat.
    • Ayat 4
      Perekonomian Nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi Nasional.



Referensi :
Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi). Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Yasin, Mohammad, dkk. 2007. Ekonomi. Jakarta : Ganeca Exact

Rabu, 15 April 2015

TUGAS 4

  1. Inflasi (Inflation) adalah kenaikan pada tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus selama periode waktu tertentu. Tingkat inflasi dapat diestimasikan dengan mengukur persentase perubahan dalam indeks harga konsumen, yang mengindikasikan harga dari sejumlah besar produk konsumen seperti produk kebutuhan sehari – hari, perumahan, bahan bakar, layanan kesehatan, dan listrik. Inflasi dapat digolongkan berdasarkan tiga golongan, yakni :
    1. Berdasarkan tingkat keparahannya.
      • Inflasi Ringan.
        Terjadi apabila kenaikan harga dibawah 10% per tahun.
      • Inflasi Sedang.
        Terjadi apabila kenaikan harga antara 10% - 30% per tahun.
      • Inflasi Berat.
        Terjadi apabila kenaikan harga mencapai 30% - 100% per tahun.
      • Hiperinflasi.
        Terjadi apabila kenaikan harga diatas 100% atau bahkan lebih per tahunnya.
    2. Berdasarkan sumbernya.
      • Inflasi yang bersumber dari luar negeri .
      • Inflasi yang bersumber dari dalam negeri.
    3. Berdasarkan penyebabnya
      • Inflasi karena kenaikan permintaan.
      • Inflasi karena kenaikan biaya produksi.

    Inflasi memiliki dampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat yaitu terhadap pendapatan, ekspor, minat orang untuk menabung, dan kalkulasi harga pokok.
    Contoh terjadinya Inlasi :
    Kurang lebih pada tahun 1965 yaitu pada saat akhir periode pemerintahan Soekarno, Indonesia mengalami inflasi yang telah mencapai tingkat Hiperinflasi yakni sekitar 635%. Pada saat itu Soekarno berambisi untuk membangun berbagai fasilitas dan monumen yang berskala Internasional agar Indonesia pada tingkat dunia diperhitungkan oleh Negara – Negara lain.

  2. Didalam suatu Negara, pasti akan mengalami inflasi, baik itu inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat, maupun hiperinflasi. Karena suatu Negara tidak dapat menjamin keadaan perekonomian Negara tersebut dapat berjalan dengan stabil. Sehingga kecil kemungkinan jika dalam suatu Negara tidak mengalami inflasi. Namun tidak sedikit juga kerugian yang diakibatkan oleh inflasi. Beberapa kerugian yang diakibatkan oleh inflasi adalah :
    • Menurunnya Tingkat Kesejahteraan Rakyat.
    • Memburuknya Distribusi Pendapatan.
    • Terganggunya Stabilitas Ekonomi.

  3. Faktor yang mempengaruhi Perekonomian suatu Negara :
    • Tingkat Inflasi.
      Menurut greene dan pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
    • Suku Bunga.
      Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
    • Pendapatan Nasional per kapita untuk tingkat Negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota.
      Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.
    • Kondisi Sarana dan Prasarana.
      Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi
    • Birokrasi Perijinan.
      Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.



Referensi :
Madura, Jeff. 2007. Pengantar Bisnis, edisi 4. Jakarta : Salemba Empat
S, Alam. 2008. Seri Pendalaman Materi. Jakarta : Erlangga
Arifin, Imamul. 2007. Membuka Cakrawala Ekonomi. Bandung : Setia Purna Inves
http://id.wikipedia.org
http://ekonomi.kompasiana.com
https://punyaprasetyo.wordpress.com/category/perekonomian-indonesia/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-investasi-dalam-perekonomian-suatu-negara/

Jumat, 10 April 2015

TUGAS 3

  1. a. Kemiskinan adalah suatu keadaan yang terjadi dikarenakan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Selain itu kemiskinan dilatarbelakangi oleh kurangnya perekonomian dan pendidikan. Kurangnya perekonomian adalah salah satu penyebab tidak dapatnya menempuh suatu pendidikan. Sekarang ini kemiskinan merupakan masalah global. Penyebab kemiskinan antara lain :
    • Individual
      Dikarenakan oleh perilaku, pilihan, serta kemampuan dari individual tersebut yang mempunyai sifat malas, tidak dapat memilih dan memilah, serta kemampuan yang terbatas yang disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang kurang.
    • Keluarga
      Dikarenakan oleh banyaknya anggota, suatu keluarga sedangkan penghasilan atau pemasukan tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga tersebut.
    b. Garis kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.

  2. Lima penyebab terjadinya kemiskinan di Indonesia :
    • Mempercayai anggapan “banyak anak banyak rezeki”.
    • Pendidikan yang rendah.
    • Kurangnya kemampuan Sumber Daya Manusia.
    • Banyaknya pengangguran.
    • Banyaknya tindakan KORUPSI.

    Lima dampak terjadinya kemiskinan di Indonesia :
    • Anggapan “banyak anak banyak rezeki” menyebabkan tanggungan sebuah keluarga menjadi besar, sedangkan penghasilan yang didapatkan tidak sesuai dengan keadaan.
    • Pendidikan yang rendah disebabkan oleh perekonomian yang tidak memadai.
    • Kemampuan yang dimiliki tidak seberapa, dikarenakan latar belakang pendidikan yang rendah.
    • Perekonomian yang tidak mencukupi menyebabkan suatu individu melakukan tindakan kriminalitas.
    • KORUPSI yang merajalela menyebabkan kalangan yang kaya menjadi lebih kaya, dan kalangan yang miskin semakin mengalami kesulitan dan kekurangan.

  3. Cara mengatasi kemiskinan di Indonesia antara lain :
    • Usaha dari masing – masing individu.
    • Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok..
    • Bantuan sosial.
    • Menciptakan lapangan pekerjaan.
    • Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
    • Menggalakkan program zakat.
    • Menghapuskan KORUPSI.
    • Memfasilitasi usaha kecil.
    • Diadakan pendidikan gratis.
    • Diadakan pelatihan/kursus.



Referensi :
http://id.wikipedia.org/
http://apriyanis.blogspot.com/2013/04/upaya-pemerintah-untuk-mengatasi.html
http://rosaindriasari15.blogspot.com/2013/03/masalah-dan-cara-penanggulangan.html